Salah satu fungsi pagar rumah yaitu sebagai batas
kepemilikan lahan. Dengan adanya pagar,
maka akan membatasi area rumah dengan rumah yang ada di samping atau belakang. Pagar menunjukan daerah teritori penghuni yang
satu dengan penghuni lainnya.
Selain itu dengan adanya pagar akan memberikan rasa aman bagi
penghuninya. Pagar menjadi prioritas
penting karena menjadi semacam pelindung bagi hal-hal yang dianggap merugikan
penghuni rumah, misalnya menghindari orang yang masuk tanpa ijin. Dengan desain tertentu, pagar juga dapat
mengurangi polusi udara atau gangguan suara dari luar.
Letak pagar yang berada di bagian depan rumah, maka pagar
secara tidak langsung menunjukan eksistensi dan jati diri penghuninya. Dengan demikian, walaupun adanya berbagai kebutuhan
akan fungsi pagar maka desain pagar perlu memperhatikan estetika pada pagar
tersebut sehingga dapat membetikan nilai artistik pada sebuah rumah.
Estetika sebuah pagar di tentukan oleh komposisi dan
proprosi yang selaras antara ukuran, bentuk, dan material yang digunakan. Material yang mahal belum tentu menjamin
pagar tampak lebih indah. Selain itu, bukan
berarti gaya minimalis menimbulkan kesan seadanya. Sekarang ini berbagai ide kreasi dari
perpaduan jenis material, pola, tekstur, dan berbagai komposisi desain sangat
memungkinkan.
Berikut tiga faktor penentu fungsi dan estetika pagar:
1.
Bahan
- · Sesuaikan bahan dengan kondisi seperti cuaca dan lingkungan dari lokasi.
- · Cermat memilih bahan untuk membentuk kesan yang diingunkan pada pagar.
- · Mudah/tidaknya dibentuk sesuai dengan model yang diinginkan.
2.
Model
- · Sesuaikan proporsi ukuran pagar dengan rumah.
- · Keselarasan model pagar dengan gaya rumah.
3.
Pengerjaan
- · Efisien, cepat, dan ekonomis
- · Rapi
·
Hindari bentuk yang rumit
Tidak ada komentar:
Posting Komentar